Deri Tumu adalah seorang pemuda asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang telah berhasil mengangkat potensi wisata daerahnya ke tingkat nasional bahkan internasional. Berawal dari keprihatinan melihat banyaknya kekayaan alam dan budaya di NTT yang belum dikenal luas, Deri memutuskan untuk merintis usaha pariwisata dengan memberdayakan masyarakat lokal.
Kisah hidup Deri penuh tantangan. Ia lahir dan besar di sebuah desa kecil di Kabupaten Ende, Flores, di mana sarana dan prasarana sangat terbatas. Meski begitu, Deri tak pernah menyerah untuk mewujudkan impiannya mengenalkan pesona NTT kepada dunia.
Tumu Wisata adalah nama usaha pariwisata yang dirintis oleh Deri Tumu pada tahun 2016. Bermodal tabungan kecil dan semangat pantang menyerah, Deri menggandeng beberapa pemuda desa untuk membangun paket-paket wisata berbasis lokal, seperti trekking ke Danau Kelimutu, kunjungan ke rumah adat, dan wisata budaya.
Ia memulai usahanya dengan promosi sederhana di media sosial, memanfaatkan Instagram dan Facebook untuk membagikan foto-foto destinasi lokal yang belum pernah dikunjungi banyak turis. Perlahan, Tumu Wisata mulai dikenal dan mendapatkan banyak pelanggan dari luar NTT, bahkan dari luar negeri.
Tantangan utama yang dihadapi Deri adalah kurangnya infrastruktur, seperti jalan dan akses internet, serta minimnya promosi dari pemerintah daerah. Namun, berkat ketekunan dan ide kreatif, Tumu Wisata tetap bisa berkembang dan mendapatkan kepercayaan dari wisatawan.
Tak hanya itu, Deri juga mengadakan pelatihan bagi pemuda desa mengenai hospitality dan pemasaran digital, sehingga mereka bisa mandiri dan turut memajukan pariwisata NTT. Banyak desa kini memiliki kelompok sadar wisata yang berkembang menjadi magnet baru bagi wisatawan.
Upaya Deri Tumu tidak sia-sia. Ia menerima berbagai penghargaan, di antaranya:
Media nasional kerap menulis kisah perjalanan Deri dan Tumu Wisata, bahkan beberapa dokumenter dibuat menampilkan usaha gigih Deri dalam membangkitkan pariwisata NTT.
Kisah Deri Tumu telah menjadi inspirasi bagi banyak generasi muda di NTT. Ia mengajarkan pentingnya cinta tanah lahir, kreatif dalam melihat peluang, dan kerja sama dengan masyarakat. Tidak sedikit pemuda lain yang kemudian memberanikan diri untuk membuka usaha pariwisata, mengikuti jejak Deri.
Deri juga dikenal sebagai mentor bagi banyak startup pariwisata di NTT. Ia kerap mengadakan seminar dan pelatihan, membagikan pengalaman serta motivasi bagaimana mengembangkan pariwisata berkelanjutan.
Tumu Wisata kini telah memiliki cabang di beberapa pulau besar di NTT, seperti Sumba, Alor, dan Timor. Deri berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan serta memperkuat ekosistem pariwisata yang berkelanjutan. Rencana ke depan, ia ingin membangun pusat pelatihan pariwisata di kabupaten-kabupaten lain agar semakin banyak pemuda yang terlibat.
Selain itu, Deri berharap pemerintah dan masyarakat terus mendukung pariwisata lokal. Ia juga sedang menggagas program promosi digital bersama sektor swasta agar semakin banyak wisatawan datang ke NTT.
Perjalanan Deri Tumu dalam membangun Tumu Wisata di Nusa Tenggara Timur adalah bukti nyata bahwa keberhasilan dapat diraih dengan kerja keras, inovasi, dan kecintaan terhadap tanah kelahiran. Ia tidak hanya mengangkat nama NTT, tetapi juga membangkitkan ekonomi lokal dan memperkuat kebanggaan akan budaya serta alam daerah.
Kisah Deri Tumu menjadi panutan bagi generasi muda Indonesia yang ingin berkontribusi nyata pada pengembangan pariwisata dan pemberdayaan masyarakat. Sekarang, NTT dikenal bukan hanya Labuan Bajo, melainkan destinasi-destinasi baru hasil kerja keras Deri dan timnya.