Di balik kemegahan bunga-bunga cantik yang menghiasi berbagai acara penting di Nusa Tenggara Timur (NTT), terdapat kisah inspiratif dari seorang perempuan bernama Margareth Kase. Margareth, melalui usaha florist yang diberi nama Kase Florist, telah membuktikan bahwa semangat, kerja keras, dan inovasi bisa membawa perubahan besar, bukan hanya bagi dirinya sendiri, tapi juga masyarakat sekitar.
Margareth Kase lahir dan tumbuh di Kupang, ibu kota NTT. Sejak kecil, ia sudah memiliki ketertarikan terhadap seni dan tanaman. Namun, keterbatasan akses serta kondisi ekonomi keluarga membuat ia harus berusaha lebih keras dalam mewujudkan impiannya.
Setelah lulus dari sekolah menengah, Margareth sempat bekerja di sebuah toko bunga lokal. Pengalaman tersebut membuka matanya akan peluang bisnis yang begitu menjanjikan sekaligus tantangan dalam menyediakan bunga segar di daerah yang masih terbatas infrastrukturnya.
Pada tahun 2016, Margareth memberanikan diri untuk memulai usaha florist sendiri. Ia menamai usahanya Kase Florist sebagai bentuk pengakuan terhadap keluarga dan daerah asalnya. Awalnya, Margareth hanya memiliki modal sederhana, dengan beberapa tanaman hias dan bunga lokal yang ia tanam di halaman rumah.
Tantangan pertama yang dihadapinya adalah membangun kepercayaan pelanggan. Di NTT, usaha florist masih sangat jarang dan masyarakat belum terbiasa memesan bunga untuk keperluan acara maupun hadiah. Namun, Margareth tetap gigih melakukan promosi lewat media sosial dan membantu pengaturan dekorasi pada acara keluarga serta teman-teman.
Kase Florist tidak hanya menyediakan rangkaian bunga, tapi juga menawarkan berbagai pilihan tanaman hias, bunga potong, serta dekorasi pernikahan dan acara-acara penting lainnya. Margareth melakukan inovasi dengan menggabungkan elemen tradisional dari NTT pada setiap rangkaian bunga dan dekorasi.
Inovasi ini ternyata disambut baik oleh masyarakat lokal maupun wisatawan. Kase Florist mulai dikenal luas, bahkan menjalin kerja sama dengan hotel-hotel di Kupang untuk menyediakan bunga segar di lobi dan kamar.
Margareth menyadari bahwa kesuksesan usaha harus diimbangi dengan manfaat sosial. Dia aktif merekrut perempuan dari keluarga prasejahtera untuk dilatih merangkai bunga dan tanaman hias. Program pelatihan ini telah membantu puluhan perempuan mendapat pendapatan tambahan dan keterampilan baru.
Selain itu, Margareth juga menggandeng petani lokal dalam pengadaan bunga segar. Dengan harga yang adil dan pembelian rutin, para petani mulai termotivasi untuk menanam bunga sebagai komoditas tambahan.
Di era digital, Margareth memanfaatkan kekuatan media sosial seperti Instagram, Facebook, dan WhatsApp untuk memperluas jangkauan pasar. Kase Florist kini menerima pesanan dari berbagai kota di NTT, bahkan beberapa pelanggan berasal dari luar daerah yang ingin mengirim bunga ke keluarga di Kupang.
Margareth juga membuat website sederhana untuk menampilkan katalog rangkaian bunga, harga, dan layanan dekorasi. Strategi pemasaran ini sangat efektif meningkatkan penjualan, terlebih bagi generasi muda yang mulai terbiasa membeli produk secara online.
Berkat dedikasi dan inovasi yang terus dilakukan, Margareth dan Kase Florist telah meraih beberapa penghargaan lokal. Pada tahun 2022, Margareth menerima penghargaan sebagai Pengusaha Perempuan Inspiratif NTT yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi. Selain itu, Kase Florist beberapa kali ditampilkan dalam pameran produk kreatif dan UMKM nasional.
Nama Margareth juga tercatat sebagai salah satu figur perempuan yang memperkuat ekonomi kreatif di Indonesia bagian timur. Kisahnya sering dimuat di media lokal, sehingga memberi inspirasi bagi generasi muda dan perempuan NTT untuk berani berwirausaha.
Tidak mudah menjalankan usaha florist di NTT, terutama dalam hal logistik pengadaan bunga segar yang sebagian besar harus dikirim dari luar daerah. Margareth harus pintar menjaga kualitas bunga dan memastikan pengiriman cepat agar bunga tidak layu.
Ia juga terus melakukan edukasi kepada pelanggan mengenai cara menjaga bunga agar tahan lama serta manfaat membeli bunga untuk memperindah rumah dan lingkungan.
Margareth memiliki visi jangka panjang agar Kase Florist tidak hanya menjadi usaha pribadi, melainkan menjadi pusat pelatihan bagi perempuan dan petani yang ingin mengembangkan usaha florist atau tanaman hias. Ia ingin membangun rumah kreatif di Kupang, tempat pelatihan seni merangkai bunga, kerajinan tangan, dan pemasaran produk lokal secara online.
Dengan pertumbuhan usaha yang semakin baik, Margareth berharap Kase Florist dapat membuka cabang di kota-kota lain di NTT, serta membantu sektor pariwisata melalui dekorasi bunga yang menarik bagi wisatawan.
Kisah Margareth Kase bersama Kase Florist membuktikan bahwa ketekunan, keberanian untuk memulai, serta pemanfaatan teknologi bisa membawa perubahan. Dari usaha rumahan dengan modal terbatas, kini Kase Florist menjadi ikon florist di NTT yang mengangkat nilai lokal, memberdayakan masyarakat, dan memperindah kehidupan sehari-hari.
Semoga semangat Margareth menjadi inspirasi untuk membangun dan memajukan daerah dengan kreativitas dan dedikasi.