Nusa Tenggara Timur (NTT) dikenal dengan pesona alamnya yang memukau, budaya yang unik, dan keramahan penduduknya. Di tengah keindahan wilayah ini, muncul sebuah kisah inspiratif dari seorang perempuan tangguh bernama Neri Lawi, pendiri dan pemilik Lawi Cafe yang kini menjadi salah satu tempat kuliner populer di kawasan tersebut.
Neri Lawi berasal dari sebuah desa kecil di pesisir pantai NTT. Sejak kecil, ia sudah terbiasa membantu orang tuanya dalam berjualan makanan sederhana di pasar tradisional. Pengalaman masa kecil ini membentuk ketangguhan dan keuletan Neri dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.
Setelah menyelesaikan pendidikan, Neri sempat merantau ke beberapa kota besar di Indonesia untuk mencari pengalaman kerja. Namun, kerinduan akan tanah kelahirannya serta keinginan untuk berkontribusi kepada masyarakat setempat akhirnya membawanya kembali ke NTT. Di sinilah ia mulai merancang impian besar untuk membangun tempat usaha kuliner yang tidak hanya sekadar menyediakan makanan, tetapi juga menjadi sarana promosi budaya dan pariwisata lokal.
Pada tahun 2018, Neri memberanikan diri membuka Lawi Cafe di Kupang dengan modal terbatas. Konsep kafe dibuat sederhana, memadukan desain modern dengan nuansa tradisional, menggunakan bahan-bahan lokal seperti bambu, kayu dan ornamen khas Flores.
Tidak mudah bagi Neri Lawi di awal menjalankan Lawi Cafe. Tantangan utama adalah mengenalkan menu unik berbasis makanan lokal, mencari sumber bahan baku yang berkualitas, serta membangun kepercayaan pelanggan baru di tengah kompetisi kafe yang semakin banyak. Namun berkat kegigihannya, Lawi Cafe lambat laun mulai dikenal dan diminati banyak orang, terutama oleh wisatawan dan anak muda di NTT.
Salah satu keunggulan Lawi Cafe adalah inovasi pada menu makanan dan minuman. Neri Lawi berupaya menghadirkan cita rasa khas NTT dengan sentuhan modern, seperti kopi Flores, jagung titi, pisang rebus, kelapa muda, serta aneka makanan laut segar.
Menu andalan lainnya adalah Lawi Burger, yang memakai daging sapi lokal dipadukan dengan rempah-rempah Flores dan roti hasil fermentasi alami. Terdapat pula Lawi Bowl, racikan sayur dan buah segar dari petani setempat. Semua menu diracik dengan bahan baku berkualitas tinggi, tanpa penggunaan pengawet ataupun MSG. Komitmen Neri Lawi untuk menjaga kualitas makanan dan keaslian cita rasa NTT menjadi fondasi utama dalam membangun reputasi Lawi Cafe.
Lawi Cafe tidak hanya berfokus pada bisnis kuliner semata, namun juga mengusung misi sosial untuk memberdayakan petani dan pengrajin di NTT. Neri Lawi bermitra dengan kelompok tani, nelayan, serta UMKM penghasil kerajinan, seperti anyaman bambu, batik tenun, dan olahan pangan kreatif.
Bahan-bahan utama seperti kopi, sayur, buah, ayam, dan ikan dibeli langsung dari petani serta nelayan lokal dengan harga yang adil. Selain itu, Lawi Cafe juga menyediakan ruang pamer bagi hasil karya pengrajin setempat, sehingga pengunjung kafe dapat mengenal dan membeli produk asli NTT. Dengan model bermitra ini, Neri Lawi berharap dapat membantu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat desa.
Sejak berdiri, Lawi Cafe menjadi salah satu destinasi wajib bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang mengunjungi Kupang dan sekitarnya. Suasana kafe yang nyaman, pelayanan ramah, serta menu autentik membuat Lawi Cafe dikenal sebagai tempat yang merepresentasikan kekayaan kuliner dan budaya NTT.
Tidak sedikit travel agency dan komunitas pecinta wisata membantu mempromosikan Lawi Cafe sebagai bagian dari agenda wisata. Neri Lawi bahkan sering diundang sebagai pembicara dalam diskusi pariwisata dan pelatihan kewirausahaan di berbagai daerah di NTT.
Dalam perjalanan membangun Lawi Cafe, Neri Lawi tidak lepas dari tantangan baik dari sisi bisnis maupun sosial. Ia harus menghadapi situasi ekonomi daerah yang belum stabil, keterbatasan akses sumber daya, dan perubahan tren pasar. Namun, berkat prinsip pantang menyerah dan fokus pada kualitas pelayanan, Neri berhasil membawa Lawi Cafe menjadi salah satu kafe terbaik di NTT.
Pada tahun 2022, Lawi Cafe menerima penghargaan "Kuliner Lokal Terbaik" dari Pemerintah Provinsi NTT. Selain itu, Neri Lawi dinobatkan sebagai "Perempuan Inspiratif Daerah" karena kontribusinya dalam pengembangan UMKM dan pariwisata lokal.
Inspirasi yang dibawa oleh Neri Lawi melalui Lawi Cafe juga menjalar ke generasi muda. Tidak sedikit anak-anak muda yang termotivasi untuk memulai usaha sendiri, memanfaatkan potensi desa dan hasil alam. Neri selalu membuka ruang diskusi untuk berbagi pengalaman dan memberikan edukasi tentang pentingnya inovasi dan kolaborasi dalam membangun usaha yang berdaya saing.
Melihat perkembangan Lawi Cafe yang pesat, Neri Lawi memiliki visi untuk memperluas jangkauan usaha dengan membuka cabang di beberapa kota lain di Sumba, Flores, dan Timor. Ia juga berencana meluncurkan program pelatihan bagi pelaku usaha kuliner lokal, agar lebih banyak UMKM di NTT bisa berkembang.
Selain itu, Neri ingin membangun ekosistem wisata kuliner yang terintegrasi dengan promosi budaya, festival makanan, dan pengenalan hasil kerajinan lokal. Harapan terbesar Neri adalah menjadikan Lawi Cafe sebagai ikon kuliner sekaligus pusat pemberdayaan masyarakat di NTT.
Kisah sukses Neri Lawi dan Lawi Cafe memberi inspirasi bahwa keberhasilan tidak ditentukan oleh modal besar atau latar belakang prestisius, melainkan oleh kegigihan, inovasi dan komitmen dalam membantu masyarakat sekitar. Lawi Cafe menjadi bukti bahwa tempat kecil di NTT mampu bersaing, berkembang dan memberikan dampak besar bagi ekonomi, pariwisata, dan budaya.
Kisah Neri Lawi bukan sekadar perjalanan membuka usaha, melainkan juga semangat membangun NTT dari desa, menciptakan peluang dan melestarikan kekayaan budaya melalui kuliner. Lawi Cafe kini menjadi ikon kebanggaan dan harapan bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur.