Silvi Rote adalah seorang wirausaha muda asal Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur, yang berhasil membawa Rote Kue ke tingkat nasional lewat inovasi dan kegigihannya. Usahanya menjadi inspirasi bagi banyak pengusaha lokal dalam mengembangkan produk tradisional agar dikenal lebih luas.
Kisah Silvi Rote dimulai dari kecintaannya pada kuliner khas daerah. Berasal dari keluarga sederhana di Rote, Silvi sering membantu ibunya membuat kue tradisional untuk dijual di pasar. Salah satu kue favorit yang dibuat adalah Rote Kue, kue khas Pulau Rote yang kaya rasa dan aroma kelapa.
Mengamati minat masyarakat terhadap kue-kue tradisional yang mulai berkembang, Silvi percaya bahwa Rote Kue memiliki potensi besar jika dikemas dan dipasarkan secara modern. Tahun 2015 menjadi titik awal Silvi merintis usaha berbasis UMKM, dengan modal terbatas dan rumah sebagai dapur produksi utama.
Silvi tidak hanya berfokus pada produksi, tapi juga melakukan inovasi dalam pengemasan dan pemasaran. Ia mulai melakukan riset sederhana mengenai preferensi pelanggan, memperkenalkan varian rasa seperti cokelat, keju, dan kacang, serta membuat kemasan menarik dengan desain ramah lingkungan.
Produk Rote Kue milik Silvi dipasarkan melalui media sosial dan toko online lokal. Ia juga mengikuti berbagai pameran UMKM tingkat provinsi dan nasional. Dengan mengenalkan cerita di balik kue, Silvi membangun merek Rote Kue Silvi hingga dikenal di luar NTT.
Perjalanan Silvi tidak selalu mudah. Ia harus menghadapi keterbatasan alat, bahan baku, serta akses pasar. Kendala pengiriman dari Rote ke kota-kota besar menjadi tantangan tersendiri. Namun Silvi terus belajar, memperbaiki sistem produksi, dan membangun relasi dengan mitra transportasi untuk mempercepat distribusi.
Selain menjaga kualitas rasa, Silvi aktif mendekati konsumen lewat story-telling dan promosi digital. Setiap kemasan Rote Kue dilengkapi QR code yang mengarahkan pembeli ke video proses pembuatan dan asal-usul kue tersebut. Hal ini menciptakan pengalaman berbeda bagi pelanggan, khususnya anak muda dan wisatawan.
Silvi juga melakukan kolaborasi dengan beberapa cafe di Kupang dan kafe di kota besar, sehingga Rote Kue bisa dinikmati sebagai menu khas NTT. Tak hanya itu, program “Beli Satu, Tanam Satu Pohon Kelapa” menjadi daya tarik tersendiri karena bisa membantu pelestarian lingkungan di Rote.
Salah satu aspek penting dalam kisah sukses Silvi adalah pemberdayaan masyarakat sekitar. Ia membentuk kelompok produksi kue, yang terdiri dari ibu-ibu lokal. Dengan pelatihan rutin, mereka mampu menghasilkan kue berkualitas sesuai standar dan menerima pendapatan bulanan yang stabil.
Silvi juga bekerja sama dengan petani kelapa, memperkuat rantai pasok bahan baku. Kepeduliannya terhadap lingkungan dan sosial membuat bisnisnya tumbuh bersama masyarakat, bukan hanya meraih keuntungan individu.
Kisah Silvi Rote menjadi inspirasi bagi banyak generasi muda NTT untuk berani bermimpi dan mengembangkan potensi daerah. Ia sering diundang sebagai pembicara motivasi, berbagi pengalaman tentang jatuh bangun usaha, pentingnya adaptasi teknologi, dan makna kejujuran dalam berbisnis.
Silvi berharap Rote Kue bisa dikenal sebagai ikon kuliner Nusa Tenggara Timur. Ia juga ingin membuka toko offline di Jawa dan Bali, serta membangun pabrik mini kue di tanah kelahirannya agar lebih banyak lapangan kerja terbuka.
Kisah Silvi Rote dan Rote Kue membuktikan bahwa produk lokal mampu berjaya bila dikemas dan dipasarkan secara kreatif. Lewat ketekunan, inovasi, dan jiwa sosial, Silvi menjadikan usaha kue tradisional sebagai gerakan pemberdayaan masyarakat dan promosi budaya NTT di tingkat nasional.
Keberhasilan Silvi menegaskan pentingnya membangun ekosistem UMKM yang mendukung, sehingga generasi muda bisa memperoleh peluang yang sama untuk berkembang dan mengharumkan nama daerah.